<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koin Dinar Emas Islam</title>
	<atom:link href="http://www.koindinar.com/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.koindinar.com</link>
	<description>Koindinar.com Pusat Jual Beli Koin Dinar Emas Islam Online</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 01:28:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China…</title>
		<link>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/08/belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/08/belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 01:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koindinar.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasawarsa pertama  kemerdekaan RI, negeri ini pernah memiliki cadangan emas sebesar 248 ton  tetapi kemudian cadangan emas ini juga pernah nyaris habis tahun 1971  menjadi tinggal 1.8 ton saja. Ketika Oil Boom tahun 70-an sampai  puncaknya 1981, negeri ini alhamdulillah berhasil kembali membangun  cadangan emasnya sampai mencapai sekitar 96 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/03/chinagold.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-276" title="chinagold" src="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/03/chinagold.jpg" alt="" width="300" height="161" /></a>Pada dasawarsa pertama  kemerdekaan RI, negeri ini pernah memiliki cadangan emas sebesar 248 ton  tetapi kemudian cadangan emas ini juga pernah nyaris habis tahun 1971  menjadi tinggal 1.8 ton saja. Ketika <em>Oil Boom</em> tahun 70-an sampai  puncaknya 1981, negeri ini alhamdulillah berhasil kembali membangun  cadangan emasnya sampai mencapai sekitar 96 ton.</p>
<p>Sayangnya selama seperempat abad kemudian tepatnya sampai  2006, cadangan emas ini tidak berhasil dinaikkan dan bahkan berkurang 24  %-nya pada akhir 2006 sehingga tinggal 73 ton saja. Lihat detilnya di  tulisan saya tanggan 28 Desember 2008 dengan judul <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=76:emas-kemakmuran&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">Emas Dan Kemakmuran Negeri Ini</a>.</p>
<p>Mengapa sampai bangsa ini tidak menganggap penting cadangan  emas yang bisa menjadi instrumen untuk membangun <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=67:bangunekonomi&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">ketahanan  ekonomi (Yukhsinun)</a> selama lebih dari seperempat abad terakhir ?.  Dugaan saya sendiri adalah karena ekonomi kita adalah ekonomi <em>ala</em> IMF <em>banget</em>. Kita tahu dalam  system IMF, bahkan mereka melarang negara-negara anggotanya menggunakan  emas sebagai rujukan mata uangnya (<a href="http://www.imf.org/external/pubs/ft/aa/aa04.htm#3">Article IV,  Section 2. B</a>).</p>
<p>Akibat  pelarangan ini sampai-sampainya otoritas pasar modal kita beberapa  tahun lalu ketika ingin mempromosikan dagangannya menggunakan iklan yang  memojokkan emas. Dalam iklan tersebut investasi emas digambarkan  sebagai investasinya ibu-ibu yang suka pamer, yang lagi meringis  menunjukkan gigi emasnya sambil mengangkat tangannya yang dipenuhi  gelang emas.</p>
<p>Inilah gambaran betapa kita ter-makan oleh  propaganda anti emas yang di stimulir oleh IMF melalui salah satu pasal  di <em>articles of agreement</em> tersebut.</p>
<p>Negara-negara yang  tidak termakan propaganda oleh IMF ini melakukan hal yang <em>exactly</em> sebaliknya. Kita bisa belajar dari China misalnya untuk yang terakhir  ini.</p>
<p>Ketika  kita mengurangi cadangan emas kita sampai 24%-nya;  China  berhasil meningkatkan cadangan emasnya dari 600-an ton tahun 2003,  sampai mencapai 1,054 ton akhir tahun lalu.</p>
<p>Ketika institusi  resmi pasar modal kita membuat iklan yang  memojokkan  orang-orang yang berinvestasi pada emas, pemerintah China bahkan  mendorong rakyatnya agar rame-rame membeli emas melalui kampanye  besar-besaran yang disiarkan oleh <em>China Central Television</em>.  Lebih jauh lagi pemerintah China juga mendirikan <em>Shanghai Gold  Exchange</em> untuk mempermudah rakyatnya dalam  berinvestasi emas.</p>
<p>Mengapa China melakukan hal yang berlawanan  dengan resep umum IMF ini ?, dugaan saya lagi karena China tahu bahwa  sesungguhnya emas itulah instrumen yang paling efektif dalam mengamankan  kekayaan negeri itu beserta kekayaan rakyatnya.</p>
<p>Diantara  negara-negara yang paling drastis penurunan cadangan emasnya,  mayoritasnya justru negara yang penduduk mayoritasnya muslim seperti  Indonesia. Bangladesh contohnya saat ini tinggal memiliki cadangan emas  sebesar 3.5 ton saja; Iraq tinggal 5.9 ton; dan negeri jiran kita kini  hanya memiliki 36.4 ton padahal sebelum krisis 1997/1998 mereka memiliki  cadangan emas sekitar dua kali  dari yang dimilikinya  sekarang.</p>
<p>Mungkin Anda bertanya,  lho kan memang menimbun emas adalah sesuatu yang sangat dilarang dalam  Islam ?. Betul, menimbun emas dan perak dan tidak dinafkahkan di jalan  Allah diancam dengan siksa yang sangat pedih. Tetapi disisi lain, emas  dan perak juga dijadikan hakim/timbangan yang adil dalam bermuamalah.  Bahkan batas kewajiban orang kaya dengan hak orang miskin juga  ditentukan dengan emas ini yaitu dalam bentuk nishab zakat yang 20  Dinar.</p>
<p>Artinya membangun cadangan emas baik oleh  negara maupun rakyat, tidak harus identik dengan menimbun. Ketika kita  berhasil menjadikan emas atau Dinar kita sebagai hakim yang adil dalam  menggerakkan ekonomi; maka disitulah ketahanan ekonomi umat dan bangsa  ini insyallah akan terbangun.</p>
<p>Misi  untuk menjadikan emas/Dinar sebagai penggerak sector riil seperti yang  pernah saya tulis <a href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=311:waktunya-dinar-mendorong-investasi-sektor-riil-yang-adil&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">dalam  tulisan tanggal 25 November 2009</a> lalu misalnya, adalah salah satu  upaya kecil yang bisa kita lakukan untuk membangun ketahanan ekonomi  agar kita tidak mudah terjajah – dan pada saat bersamaan kita juga  terlibat langsung dalam mempercepat putaran ekonomi.</p>
<p>Enam bulan sejak tulisan tersebut kita luncurkan, kini  produk-produk solusi pembiayaan berbasis emas/Dinar benar-benar telah  dapat ditangani dengan baik oleh GeraiDinar beserta mitra-mitranya.  Semoga Allah selalu menunjuki kita jalanNya. Amin.</p>
<p><em>Muhaimin Iqbal</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/08/belajarlah-emas-walau-sampai-negeri-china%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Visi, Mimpi dan Do’a…</title>
		<link>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/05/antara-visi-mimpi-dan-do%e2%80%99a%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/05/antara-visi-mimpi-dan-do%e2%80%99a%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 01:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koindinar.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah  dunia abad lalu, ada pemimpin dunia yang sangat terkenal akan kekuatan  visinya yaitu John F. Kennedy. Di hadapan Konggres Amerika pada tahun  1961 dia mengungkapkan  visinya bahwa bangsa Amerika harus  bisa mencapai bulan sebelum akhir dekade itu.
Di tengah bangsa Amerika yang lagi limbung sebenarnya visi  ini jauh melampaui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/03/bulan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-269" title="bulan" src="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/03/bulan-267x300.jpg" alt="" width="267" height="300" /></a>Dalam sejarah  dunia abad lalu, ada pemimpin dunia yang sangat terkenal akan kekuatan  visinya yaitu John F. Kennedy. Di hadapan Konggres Amerika pada tahun  1961 dia mengungkapkan  visinya bahwa bangsa Amerika harus  bisa mencapai bulan sebelum akhir dekade itu.</p>
<p>Di tengah bangsa Amerika yang lagi limbung sebenarnya visi  ini jauh melampaui jamannya. Visi ini muncul ketika bangsa Amerika ragu  apakah jalan hidup yang mereka pilih sudah benar, apakah bukannya  komunis yang benar karena saat itu komunis  lagi  menghebohkan dengan keberhasilan Soviet meluncurkan satelit yang  mengorbit bumi. Bahkan bangsa Amerika lagi <em>nggumun-nggumun</em>-nya dengan  keberhasilan soviet mengirim kosmonot Yuri Gagarin ke antariksa.</p>
<p>Namun sekitar delapan tahun kemudian,  meskipun JFK sendiri sudah meninggal – visinya teralisasikan dengan  sejarah Neil Amstrong dan Buzz Aldrin sebagai manusia-manusia pertama  yang menginjakkan kakinya di bulan pada tanggal 20 Juli 1969.</p>
<p>Jadi visi lebih penting ketimbang sumber  daya dan kondisi yang melingkungi manusia itu sendiri. Dengan sumber  daya melimpah tetapi tidak didukung oleh visi yang jelas – maka sumber  daya yang melimpah ini tidak akan banyak manfaatnya.</p>
<p>Sebaliknya dengan sumber daya yang  terbatas dan dengan lingkungan yang tidak sepenuhnya kondusif sekalipun,  pemimpin yang mempunyai visi yang kuat akan bisa mengeluarkan rakyatnya  dari penderitaan dan bahkan bisa menjadi bangsa pemenang – meskipun  tidak harus tercapai pada saat dia memimpin.</p>
<p>Lantas bagaimana kita tahu apakah kita sudah memiliki visi  yang jelas atau kita baru sekedar bermimpi ?. Bedanya terletak pada  jabaran-nya. Visi yang jelas dapat dijabarkan menjadi <em>Mission,  Goals, Strategies</em> dan <em>Action Plans</em> sampai sedetilnya. Sedangkan mimpi tidak  perlu penjabaran, Anda bisa saja mimpi lagi menikmati liburan di Paris  tetapi berangkatnya naik sepeda dari Depok – namanya juga mimpi,  boleh-boleh saja dan tidak perlu penjelasan detil.</p>
<p>Perbedaan antara visi dan mimpi ini pulalah yang antara lain  membedakan sedikit karyawan yang benar-benar pindah kwadrant menjadi  pengusaha, dengan mayoritas karyawan yang tetap menjadi karyawan sampai  pensiun – padahal sejak awal bekerja yang mayoritas ini juga bervisi  (sebenarnya masih mimpi) menjadi pengusaha. Golongan yang pertama  menjabarkan visinya dan berbuat (action plans) maka sampailah apa yang  di-visi-kannya; golongan kedua tidak bermuat apa-apa dengan mimpinya –  maka mimpi tetap menjadi mimpi.</p>
<p>Dalam  hal visi ini, sebagai umat Islam kita sesungguhnya punya contoh  tauladan yang jauh lebih agung dari John F. Kennedy. Tauladan kita  adalah bapak para nabi yaitu Nabi Ibrahim A.S.  Bayangkan  ditengah padang pasir yang gersang tidak ada pepohonan, di tempat yang  sangat jauh dari keramaian manusia – nabi Ibrahim sudah memiliki visi  yang sangat jelas akan seperti apa tempat itu nantinya. Visi ini  dituangkan dalam do’a-do’a-nya yang diabadikan di Al-Qur’an antara lain  sebagai berikut :</p>
<p><em>Dan (ingatlah),  ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang  aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya  yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian… &#8220;. </em>(QS 2 :126)</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah  menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai  tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan  kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah  hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka  dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur</em>. (QS 14:137).</p>
<p>Kini ribuan tahun kemudian, visi itu  benar-benar terwujud. Kita bisa menikmati buah-buahan apa saja di  Mekkah, meskipun buah-buahan itu sendiri tidak ditanam disana.  Buah-buahan, makanan, pakaian dan berbagai kebutuhan manusia mengalir  bak air bah dari seluruh dunia ke tempat yang di visikan nabi Ibrahim  tersebut diatas. Lebih dari itu manusia yang berduyun-duyun ke Mekkah  juga mayoritasnya memiliki  satu tujuan saja yaitu  menyembah Allah semata yang dimanifestasikan dalam bentuk sholat.</p>
<p>Nah, kalau Kennedy saja yang tidak membaca  petunjuk Al-Qur’an bisa membawa bangsanya mencapai bulan. Kita yang  dituntun dengan petunjuk dan contoh yang sempurna dari Al-Qur’an dan  Hadits – sudah seharusnya dapat berbuat lebih dari yang dilakukan oleh  JFK.</p>
<p>Bukan hanya petunjuk  dan contoh yang sangat komprehensif yang kita punya, tetapi juga kita  dibekali dengan do’a-do’a yang <em>matsur</em> seperti yang dilafalkan  Nabi Ibrahim tersebut diatas.</p>
<p>Ayo  sekarang kita semua, mulai dari diri kita – bangun dari mimpi-mimpi  kita dan mulai membangun visi sambil tidak berhenti untuk terus berdo&#8217;a.  Semoga Allah menunjuki jalanNya untuk kita semua…Amin.</p>
<p><em>Muhaimin Iqbal </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/05/antara-visi-mimpi-dan-do%e2%80%99a%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dan IMF-pun Mengajak Meninggalkan US$ …?</title>
		<link>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/03/dan-imf-pun-mengajak-meninggalkan-us-%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/03/dan-imf-pun-mengajak-meninggalkan-us-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 01:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koindinar.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Ada berita  menarik yang bisa Anda baca pada harian Republika yang terbit hari ini  (02/03/2010) bahwa IMF menyerukan untuk meninggalkan US$. Berita ini  sendiri tentu saja  valid karena merujuk  pernyataan  Dominique Strauss-Kahn, the head of the International Monetary Fund  pada jum’at pekan lalu.
Bukannya saya lebih tahu  atau lebih pinter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/03/imffail.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-263" title="imffail" src="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/03/imffail-297x300.jpg" alt="" width="297" height="300" /></a>Ada berita  menarik yang bisa Anda baca pada harian Republika yang terbit hari ini  (02/03/2010) bahwa IMF menyerukan untuk meninggalkan US$. Berita ini  sendiri tentu saja  valid karena merujuk  pernyataan  Dominique Strauss-Kahn, the head of the International Monetary Fund  pada jum’at pekan lalu.</p>
<p>Bukannya saya lebih tahu  atau lebih pinter dari pimpinan tertinggi IMF tersebut; namun kalau  Anda baca tulisan saya hampir 6 bulan lalu dengan judul <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=287:tinggalkan-dollar-selagi-sempat&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">Tinggalkan Dollar Selagi Sempat</a> , maka Anda akan tahu  bahwa seruan atau wacana yang dilontarkan oleh orang nomor 1 di IMF ini  adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan dan tidak akan mengejutkan  Anda.</p>
<p>Masalahnya yang perlu diwaspadai oleh umat  dan juga bangsa-bangsa lain di dunia adalah – ada apa dibalik  pernyataan ini. Mengapa baru sekarang wacana mengganti US$ dimunculkan  ?. Dan apa pengganti US$ yang mereka pikirkan ?.</p>
<p>Saya mencoba menduga-duga  apa kira-kira  jawaban atas dua pertanyaan tersebut diatas. Mengenai mengapa baru  sekarang wacana ini dimunculkan; dugaan saya karena mereka (para  petinggi IMF) juga tahu kalau US$ tidak akan survive dalam waktu yang  lebih lama lagi – wacana ini dimunculkan untuk semacam sosialisasi ke  dunia akan kondisi yang sangat mungkin akan terjadi.</p>
<p>Nampaknya mereka ingin memperbaiki sejarah  kegagalan IMF pertama, ketika terjadi kejutan Nixon Shock Agustus 1971 –  dimana secara sepihak dan mendadak –Nixon mengguncang Dunia dengan  meninggalkan emas sebagai rujukan mata uang Dollar-nya. Kali ini mereka  ingin masyarakat dunia tahu dulu – bahwa Dollar berkemungkinan gagal  (lagi) dan dunia tidak akan bisa mengandalkannya.</p>
<p>Lantas mengapa mereka ‘berbaik hati’ memberi isyarat pada  dunia bahwa US$ akan gagal ?; sederhana – karena mereka juga masih ingin  (tetap) memimpin dunia dengan aturannya. Ingat ketika IMF gagal pertama  dengan kejadian Nixon Shock Agustus 1971;  penggantinya  tetap IMF juga hanya ‘undang-undang’-nya yang berganti dari Breton Woods  Agreement (1945) menjadi Article of Agreement of IMF yang ditanda  tangani di Smithsonian Institute – December 1971.  Dari  lokasi penanda tangananan ini saja sebenarnya umat Islam yang cerdas  sudah harus tahu siapa dibelakang mereka ini dan untuk kepentingan siapa  program-program mereka dibuat.</p>
<p>Pertanyaan  kedua mengenai apa pengganti US$ yang mereka pikirkan ?. terungkap dari  pernyataan Dominique bahwa pengganti US$ sebagai <em>reserve currency</em> yang akan datang  adalah “<em>similar to but distinctly different from the IMF&#8217;s special  drawing rights, or SDRs</em>”.</p>
<p>SDR adalah <em>reserve  asset</em> yang diciptakan oleh IMF tahun 1969; awalnya nilai 1 SDR setara dengan  0.888671 gram emas – yang seharusnya saat itu juga bernilai 1 US$.   Setelah kejadian Nixon Shock tersebut diatas, ‘uang’ SDR yang  tadinya setara emas tersebut-pun berganti menjadi setara dengan  sekeranjang mata uang &#8211; mata uang kuat dunia. Untuk saat ini isi  keranjang tersebut terdiri dari US$ , Poundsterling, Euro dan Yen.</p>
<p>Lantas berapa nilai SDR tersebut sekarang  ?, per kemarin (01/03/2010) 1 SDR nilainya setara dengan US$ 1.52771  atau kalau dibelikan emas hanya dapat 0.0425 gram. Jadi uang SDR itu-pun  kini nilainya tinggal sekitar 1/20 dari nilai awal ketika diperkenalkan  41 tahun lalu.</p>
<p>Maknanya apa ini semua  ?, bila US$ sebagai <em>reserve asset</em> diganti dengan SDR bentuk baru sekalipun  (yang dikatakan Dominique sebagai <em>similar but distinctly different</em> dengan SDR yang  sekarang) – tetap tidak dapat menjadi <em>reserve asset</em> yang sesungguhnya –  karena nilainya juga mengalami keruntuhan sebagaimana sekeranjang mata  kertas uang yang digunakan untuk menghitung nilainya.</p>
<p>Kita umat Islam tidak seharusnya menggunakan timbangan yang  mereka ciptakan; kita memiliki timbangan yang adil sepanjang masa –  yaitu emas, perak, gandum , kurma dan benda-benda riil yang memiliki  nilai instrinsik lainnya. Waktunya kita mengikuti petunjuk jalan kita  sendiri dan tidak mengikuti mereka memasuki <a href="http://geraidinar.com/2008/03/bisa-jadi-solusi-yang-fitrah-itu.html">lobang  biawak</a> berikutnya. Wa Allahu A’lam.</p>
<p><em>Muhaimin Iqbal</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/03/dan-imf-pun-mengajak-meninggalkan-us-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah…?</title>
		<link>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/01/barter-di-ekonomi-modern-mungkinkah%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/01/barter-di-ekonomi-modern-mungkinkah%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 01:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koindinar.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah  peradaban manusia; penemuan konsep uang sejak sekitar 5,000 tahun lalu  oleh bangsa Mesopotamia (3000 SM) merupakan penemuan yang  paling  penting untuk mempermudah terjadinya perdagangan antara manusia yang  satu dengan manusia yang lain.
‘Uang’  Shekel yang diperkenalkan zaman itu adalah setara berat 180 butir  gandum untuk benda-benda yang dianggap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/03/indobarter.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-255" title="indobarter" src="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/03/indobarter.jpg" alt="" width="166" height="184" /></a>Dalam sejarah  peradaban manusia; penemuan konsep uang sejak sekitar 5,000 tahun lalu  oleh bangsa Mesopotamia (3000 SM) merupakan penemuan yang  paling  penting untuk mempermudah terjadinya perdagangan antara manusia yang  satu dengan manusia yang lain.</p>
<p>‘Uang’  Shekel yang diperkenalkan zaman itu adalah setara berat 180 butir  gandum untuk benda-benda yang dianggap berharga seperti perak, perunggu,  tembaga dlsb. Tercatat dalam sejarah 13 Abad kemudian (1760 SM) bahkan  uang juga mulai secara resmi masuk dalam system hukum yang dikenal  dengan Hukum Hammurabi &#8211; karena diperkenalkan oleh Raja ke 6 dari bangsa  Babylonia yang bernama Hammurabi.</p>
<p>Sebelum  uang dikenal, perdagangan antar umat manusia mengandalkan sistem  barter. Karena barter saat itu hanya dilakukan antar dua belah pihak  yang secara kebetulan saling membutuhkan barang atau jasa pihak lain,  maka perdagangan tentu sulit untuk terjadi secara aktif. Hambatan  perdagangan ini adalah karena kondisi yang disebut <em>coincidence of  wants</em> (kebutuhan yang secara kebetulan saling sesuai) sebagai prasyarat  terjadinya barter – tidak mudah terpenuhi.</p>
<p>Kemudahan yang difasilitasi oleh adanya  konsep uang inilah yang kemudian selama beribu tahun kemudian – hingga  kini – menjadi mesin penggerak perdagangan yang utama. Dalam perdagangan  yang menggunakan konsep uang, tidak harus lagi ada kondisi <em>coincidence  of wants</em>.</p>
<p>Hanya saja dalam  perkembangannya, manusia modern yang kelewat tergantung pada uang –  kemudian menjadikan uang bukan semata sebagai alat tukar dalam  perdagangan. Sejak manusia modern menggunakan uang kertas yang semakin  canggih; bahkan sekarang uang kertas-nya pun tidak harus  dicetak  lagi – cukup di ketikkan dalam angka-angka komputer di bank sentral  yang disebut <em><a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=155:quantitative-easing--cara-baru-bank-bank-sentral-dunia-mencetak-uang&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">quantitative  easing</a></em> misalnya, selain sebagai solusi uang juga dapat menjadi  musibah bagi sesama.</p>
<p>Uang dapat menjadi satu  alat untuk menjajah satu bangsa oleh bangsa lain; uang juga dapat  menjadi alat yang efektif bagi penguasa untuk menarik ‘pajak’ secara  tersembunyi kepada seluruh rakyat tanpa kecuali melalui apa yang disebut  inflasi. Ketergantungan kepada uang juga dapat membuat sebagian manusia  menjadi sangat miskin karena ulah sebagian yang lain – ingat apa yang  kita alami di Indonesia selama puncak krisis tahun 1997-1998,</p>
<p>Lantas apakah dengan efek samping-efek  samping yang saya sebutkan diatas, uang harus ditinggalkan dan kita  kembali ke zaman barter seperti sebelum 5000 tahun lalu ?. Tentu  jawabannya juga tidak sedemikian ekstrim. Hal-hal positif yang terkait  dengan uang (seperti fleksibilitasnya dalam menjembantani kebutuhan  antara manusia yang tidak selalu bisa memenuhi syarat <em>coincidence of  wants</em>)  tetap terus dapat dipakai; pada saat yang bersamaan efek samping-nya  harus diminimalisir. Dinar (uang emas) dan Dirham (uang peraklah) yang  sebenarnya mampu membuktikan fungsi uang yang sesungguhnya ini selama  ribuan tahun – tanpa berbagai efek samping seperti yang kita kenal  sekarang.</p>
<p>Di sisi lain seefektif apapun uang dapat  berfungsi memfasilitasi perdagangan; konsep barter sesungguhnya juga  tetap menjadi konsep perdagangan yang valid sepanjang zaman. Dalilnya  adalah Hadits Nabi Riwayat Muslim,  Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari  ‘Ubadah bin Shamit, Nabi S.A.W bersabda:<em> “(Juallah) emas dengan  emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir,  kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan  sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu  jika dilakukan secara tunai.” </em></p>
<p>Karena Islam  adalah agama akhir zaman, maka apa-apa yang diajarkan dalam Islam tentu  juga valid sampai akhir zaman. Penggalan kalimat terakhir dari Hadits  diatas yang berbunyi “…<em>Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu  jika dilakukan secara tunai”</em> ini  mengisyaratkan kita dapat melakukan barter sampai akhir zaman.</p>
<p>Bukti  empiris keberadaan barter di jaman modern inipun pernah saya tulis  dalam tulisan sebelumnya yang berjudul “<a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=214:dinar-equity-exchange-jual-beli-yang-nyaris-tanpa-uang&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">Dinar Equity Exchange…</a>”  ; dan bahkan Negara-negara kuat dunia saat ini sedang mempersiapkan  sistem barter yang canggih untuk bisa memfasilitasi perdagangan diantara  mereka tanpa harus tergantung pada mata uang tertentu, untuk ini lihat  tulisan saya lainnya seperti “ <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=244:china-bersiap-memimpin-perdagangan-dunia-tanpa-us-dollars&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">China  Bersiap Memimpin Perdagangan Dunia…</a>”.</p>
<p>Dua system barter  modern yang saya perkenalkan dalam tulisan-tulisan tersebut diatas,  keduanya bisa berjalan efektif bila bisa menciptakan kondisi yang ribuan  tahun lalu bermasalah yaitu kondisi <em>coincidence of wants</em>.</p>
<p>Dengan  teknologi <em>data processing</em> yang bisa bekerja  sangat cepat dan murah seperti sekarang ini , maka <em>coincidence of  wants</em> ini bisa dipertemukan dari sejumlah besar  pihak peserta barter – tidak terbatas pada hanya dua pihak seperti  ribuan tahun lalu.  Dari sinilah teknik-teknik barter  modern yang kemudian disebut <em>multileg exchange</em> atau <em>multileg barter</em> berkembang.</p>
<p>Dengan  perkembangan-perkembangan perdagangan modern tersebut; visi gerakan  Dinar GeraiDinar tidak hanya terbatas pada menyediakan Dinar yang  dibutuhkan oleh masyarakat dan menjadikan Dinar sebagai penggerak sector  riil – tetapi kita juga terus melakukan riset dan pengembangan yang  terkait dengan perdagangan pada umumnya.</p>
<p>Dalam kaitan  dengan kepeloporan dibidang barter modern ini misalnya, GeraiDinar  bekerjasama dengan beberapa pihak kini tengah mengkajinya dan  menyiapkannya dalam project yang kita sebut IndoBarter Project – agar  kita tidak ketinggalan dari China, India, Brasil, Rusia, Jerman dlsb  dalam hal perdagangan global kelak yang bisa jadi tidak lagi akan  mengandalkan keberadaan system keuangan dunia yang kini semakin rapuh.</p>
<p>Talent-  talent terbaik negeri ini dibidang financial, taxation, IT, legal,  trading dlsb. silahkan menghubungi kami dengan mengirimkan CV-nya bila  tertarik untuk terlibat dalam project Indobarter ini. Hanya yang  bener-bener bisa memberikan kontribusi pada project ini yang akan  diundang untuk bergabung dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya. Semoga  kita bisa belajar walau sampai negeri China untuk hal ini…</p>
<p><em>Muhaimin Iqbal </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koindinar.com/index.php/2010/03/01/barter-di-ekonomi-modern-mungkinkah%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas Diantara Yang Pesimis dan Optimis…</title>
		<link>http://www.koindinar.com/index.php/2010/02/16/emas-diantara-yang-pesimis-dan-optimis%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://www.koindinar.com/index.php/2010/02/16/emas-diantara-yang-pesimis-dan-optimis%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 01:19:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koindinar.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari ini  bila Anda rajin mengikuti perkembangan harga emas dunia akan melihat  trend tahunan yang tidak biasa. Dalam Rupiah harga emas saat ini lebih  rendah sekitar 8.5% dibandingkan dengan harga emas setahun lalu – lihat  grafik disamping; sebaliknya bila Anda sempat lihat harga emas dunia di  Kitco.com – dalam US$ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/02/naik.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-250" title="naik" src="http://www.koindinar.com/wp-content/uploads/2010/02/naik-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a>Hari-hari ini  bila Anda rajin mengikuti perkembangan harga emas dunia akan melihat  trend tahunan yang tidak biasa. Dalam Rupiah harga emas saat ini lebih  rendah sekitar 8.5% dibandingkan dengan harga emas setahun lalu – lihat  grafik disamping; sebaliknya bila Anda sempat lihat harga emas dunia di  Kitco.com – dalam US$ harga emas dunia pagi ini masih 15% lebih tinggi  dari harga setahun lalu.</p>
<p>Jadi pertanyaannya  adalah apakah harga emas saat ini lagi rendah atau lagi tinggi ?, akan  naik atau akan turun ?.  Tidak mudah menjawabnya dan bahkan  para analis pasar emas dunia-pun berbeda pendapat dalam hal ini. Dalam  kaitan harga emas kedepan, saya pisahkan pendapat para analis ini dalam  dua holongan – yaitu yang pesimis dan yang optimis (terhadap harga  emas).</p>
<p>Yang pesimis pada umumnya melihat emas  sebagai komoditi biasa yang harganya naik dan turun sesuai dengan <em>supply</em> dan <em>demand</em>; mereka berpendapat  bahwa harga emas dunia saat ini sudah ketinggian dan akan  berkecenderungan turun. Bukti yang mereka gunakan adalah kecenderungan  menurunnya harga emas yang terjadi dalam dua bulan terakhir.</p>
<p>Setelah sempat mencapai angka diatas US$  1,200/Oz ; saat ini emas hanya diperdagangkan dikisaran US$ 1,093/Oz.  Penyebabnya antara lain adalah <em>economic recovery</em> di Amerika Serikat  sebagaimana ditunjukkan oleh pertumbuhan GDP negeri itu Kwartal ke IV   2009 yang mencapai angka yang fantastis 5.7%.</p>
<p>Pada saat ekonomi baik, orang meninggalkan  emas sebagai aset penyimpan nilai modal (capital preservation asset)  dan menginvestasikannya kedalam bentuk investasi yang berpotensi  memberikan hasil lebih. Maka sejalan dengan proses <em>economic recovery</em> di Amerika yang bisa  berlangsung sampai 2012; maka kelompok yang pesimis ini-pun  memperkirakan bahwa harga emas akan cenderung turun sampai tahun 2012 –  yang saat itu diperkirakannya harga emas hanya akan berada dikisaran US$  750/Oz.</p>
<p>Kelompok yang optimis melihat data yang sama justru dari  sudut pandang yang sebaliknya. Recovery saat ini lebih banyak didorong  oleh serangkaian <em>bailout</em> yang berarti pencetakan uang kertas lebih dari  biasanya.  Supply uang kertas yang dipaksakan ini pada  akhirnya akan mengancurkan daya beli uang kertas itu sendiri. Bila daya  beli uang kertas jatuh, maka semua barang akan melonjak nilainya – dan  tentu saja juga harga emas.</p>
<p>Salah satu pendukung  teori ini adalah Marc Faber seperti yang diungkap di <a href="http://www.commodityonline.com/">www.commodityonline.com</a> dua  hari lalu. Fund Manager kondang yang berasal dari Swiss ini dalam forum  resmi <em>Russia’s Troika Dialog</em> pekan lalu menyatakan “<em>Saya yakin bahwa  pemerintahan Amerika akan bangkrut, mungkin tidak besuk, tetapi sebelum  ini terjadi mereka akan mencetak uang sangat banyak – dan Anda akan  menghadapi inflasi yang sangat tinggi</em>”.</p>
<p>Karena  langkah yang dilakukan oleh Amerika dalam aksi <em>bailout</em> ini juga dilakukan  oleh negara-negara lain seperti Inggris dan negara-negara Eropa Barat  lainnya; maka praktis ini akan melanda dunia finansial secara  keseluruhan. Langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi ini  ?; Marc Faber  merumuskannya dengan sederhana : “<em>satu  hal yang tidak akan pernah saya lakukan adalah menjual emas saya</em>”.</p>
<p>Lantas seberapa tinggi harga emas akan naik menurut golongan  yang optimis ini ?; perkiraan mereka beberapa kali saya kutip di situs  ini, antara lain tanggal 20 November 2009 dengan judul <a href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=309:exchange-rate-chaos--setinggi-apa-harga-emas-nantinya&amp;catid=1:latest-news&amp;Itemid=50">Exchange  Rate Chaos</a>. Menurut kelompok ini harga emas akan mencapai US$ 2,000  dalam waktu yang tidak terlalu lama dan tidak dengan susah payah.</p>
<p>Lantas bagaimana saya sendiri berpendapat  ?; saya cenderung kependapat yang kedua. Meskipun pada saat yang  bersamaan saya selalu mengingatkan bahwa dalam jangka pendek harga emas  akan terus bergejolak. Bahkan kepada para agen Dinar-pun;  setiap  membekali mereka saya selalu katakan untuk transaparan dan fair  memberikan gambaran prospek Dinar ini ke para nasabahnya. Memang kita  optimis Dinar akan berkecenderungan naik dalam jangka panjang; tetapi  jalannya akan bergelombang seperti grafik-grafik bulanan, tahunan dan  sepuluh tahunan yang ada di situs ini. Jadi dalam jangka pendek harga  Dinar tidak hanya bisa naik, bisa juga turun. Wa Allahu A’lam.</p>
<p><em>Muhaimin Iqbal</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koindinar.com/index.php/2010/02/16/emas-diantara-yang-pesimis-dan-optimis%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
